Kominfotik JU - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara menunjukkan kepedulian nyata kepada warganya dengan mengunjungi seorang remaja penderita penyakit autoimun Juvenle Dermatomyositis (JMD) di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Senin (7/9). Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Utara, Fida Hendra, serta jajaran terkait.
Kunjungan dilakukan ke rumah Yasmin Naila Zazila (14), yang beralamat di Jalan Kali Baru Barat IV No 75 RT 03 RW 07. Remaja tersebut diketahui telah menderita penyakit autoimun selama kurang lebih empat tahun dan membutuhkan penanganan khusus, baik dari sisi medis maupun kebutuhan sehari-hari.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Hendra Hidayat menyampaikan bahwa kehadirannya bersama jajaran merupakan bentuk perhatian langsung pemerintah terhadap kondisi warganya, khususnya yang membutuhkan penanganan serius.
“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan perhatian kepada Ananda Yasmin yang saat ini membutuhkan penanganan khusus. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk hadir dan melayani warga, baik dari sisi kesehatan maupun kondisi sosial ekonominya. Kami berharap Ananda Yasmin segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” ujar Hendra.
Ia menambahkan, pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan medis, tetapi juga berupaya membantu kebutuhan keluarga yang menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Murniasi Hutapea, menjelaskan bahwa secara medis kondisi Yasmin sudah ditangani dengan baik oleh tim dokter di RSCM. Namun, terdapat tantangan lain yang dihadapi keluarga, terutama terkait kebutuhan obat dan pola makan khusus yang biayanya cukup tinggi.
“Secara medis sudah ditangani dengan baik. Namun, ada kebutuhan khusus seperti makanan tertentu yang biayanya cukup besar, bisa mencapai sekitar Rp500 ribu untuk beberapa hari. Ini yang menjadi beban bagi keluarga,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan keluarga serta tim pembiayaan kesehatan daerah untuk mencari solusi terbaik ke depan.
“Kami akan mengumpulkan data kembali dan mengusulkan agar kebutuhan tertentu, jika memungkinkan, bisa masuk dalam pembiayaan melalui program Jaminan Kesehatan Jakarta,” tambah Murniasi.
Kunjungan ini juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat wilayah, Baznas Jakarta Utara, hingga tim PKK, sebagai bentuk kolaborasi dalam memberikan dukungan kepada warga yang membutuhkan.
Kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat ini diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga semangat dan harapan bagi keluarga agar tetap kuat menghadapi kondisi yang ada.
