Administrasi & Kesra
Penjaringan
31 Agustus 2026 4

Perkuat Pencegahan Stunting, Kelurahan Penjaringan Gelar Pelatihan Manajemen ASI Eksklusif dan MPASI

Kelurahan Penjaringan

Penulis

Penjaringan โ€“ Kelurahan Penjaringan bersama mitra kolaborasi menggelar Pelatihan Manajemen ASI Eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MPASI) sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan penurunan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kegiatan berlangsung di Ruang D.111, Kampus FKIK Unika Atma Jaya, Minggu (30/8/) mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Pelatihan diikuti Lurah Penjaringan Makhrus Nugroho Darojat, Ketua TP PKK Kelurahan Penjaringan Happy Nilasari, Ketua Yayasan Andaru Selaras Yansen, Ketua Program Seribu Hari Pertama Project dr. Mega Prabuwardani, tim Yayasan Andaru Selaras, anggota TP PKK Kelurahan Penjaringan, Pokja IV Pengelola RPTRA, para Ketua Kelompok PKK RW, serta kader Posyandu balita.

Materi pelatihan terbagi dalam dua topik utama. Materi manajemen ASI eksklusif disampaikan Hesti Kristina P. Tobing, SKM, CIMI, CHt., CBP, yang membahas posisi dan pelekatan menyusui, teknik memerah dan menyimpan ASI, cara mengatasi berbagai masalah menyusui, serta peran kader dalam mendampingi ibu menyusui. Sementara itu, materi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) disampaikan Dra. Rosmida Magdalema Marbun, M.Kes. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemberian MPASI mulai usia enam bulan dengan tetap memperhatikan kesiapan dan kebutuhan anak.

Lurah Penjaringan, Makhrus Nugroho Darojat, mengatakan peningkatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam memperkuat edukasi kesehatan bagi keluarga. โ€œKader memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan kepada ibu dan keluarga. Dengan pengetahuan yang baik mengenai ASI eksklusif dan MPASI, kami berharap edukasi yang diberikan kepada masyarakat semakin tepat dan dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,โ€ ujar Makhrus.

Dalam pelatihan, kader juga dibekali pemahaman mengenai empat prinsip pemberian MPASI, yaitu tepat waktu, adekuat, aman, serta diberikan dengan cara yang benar dan responsif. MPASI juga perlu mengandung gizi lengkap dan beragam, terutama protein hewani, sayur, buah, karbohidrat, dan lemak. Selain kandungan gizi, peserta mempelajari pentingnya menyesuaikan tekstur, jumlah, frekuensi, dan porsi makanan dengan usia serta kemampuan anak. Kebersihan dalam proses pengolahan, penyimpanan, hingga pemberian MPASI juga ditekankan guna mencegah penyakit pada bayi dan balita.

Melalui kegiatan ini, para kader diharapkan mampu meneruskan pengetahuan kepada orang tua mengenai praktik pemberian ASI dan MPASI yang tepat, bergizi, aman, serta sesuai kebutuhan anak. Upaya tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang optimal sekaligus mencegah stunting sejak dini.

Tags
#Penjaringan
Bagikan Berita