Kominfotik JU – Semangat membangun generasi tangguh bencana tampak dalam Festival Pendidikan Kesiapsiagaan Bencana (Fesdikgana) Tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara yang digelar di Balai Yos Sudarso, Kantor Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Selasa (23/6). Festival ini menghadirkan dua kompetisi utama, yakni Lomba Menggambar Poster Kebencanaan tingkat SD dan Lomba Cerdas Cermat Kebencanaan tingkat SMA/SMK/MA.
Asisten Pemerintahan Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Muhammad Andri, mengapresiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam menanamkan budaya sadar bencana sejak usia dini.
Ia juga berpesan kepada para juara agar tidak cepat berpuas diri karena tantangan selanjutnya adalah mewakili Jakarta Utara di tingkat Provinsi DKI Jakarta. "Selamat kepada para pemenang. Buktikan bahwa pemuda Jakarta Utara itu cerdas, berani, dan tidak kalah dengan wilayah lainnya. Saya percaya kalian bisa menjadi yang terbaik di tingkat provinsi," ujarnya didampingi Kepala Pusdatin BPBD Provinsi DKI Jakarta, Yuni Wijayanti.
Andri menambahkan, upaya membangun ketangguhan kota tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media.
"Penanggulangan bencana memerlukan kontribusi seluruh pihak. Kolaborasi ini penting untuk membangun Jakarta yang aman dan tangguh bencana, khususnya di Jakarta Utara yang kita cintai ini," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Muhamad Thoufiq Hidayatuloh, menjelaskan bahwa rangkaian Fesdikgana 2026 diawali dengan tahap sosialisasi dan pendaftaran pada 14–31 Mei 2026 melalui surat edaran dan media sosial.
Untuk Lomba Cerdas Cermat Kebencanaan, sebanyak 14 tim SMA/SMK/MA dari Jakarta Utara mengikuti babak penyisihan secara daring. Dari hasil seleksi tersebut, 12 tim terbaik melaju ke babak final yang mempertandingkan pengetahuan seputar jenis bencana, mitigasi, respons, hingga penanggulangan bencana.
Pada waktu yang sama juga digelar Lomba Menggambar Poster Kebencanaan yang diikuti 49 pelajar SD. Melalui lomba ini, peserta diajak menuangkan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan-pesan kesiapsiagaan dan budaya sadar bencana kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Sophia Kias Sabina dari MIT Tahfidz Al Marjan berhasil meraih Juara I Lomba Menggambar Poster Kebencanaan. Juara II diraih Zahra Al Kayyis dari SD Padindi, sedangkan Juara III diraih Jian Ramadhani dari SDN Pademangan Timur 03.
Pada kategori Lomba Cerdas Cermat Kebencanaan tingkat SMA/SMK/MA, SMAN 18 Jakarta mendominasi dengan meraih Juara I melalui Tim 1 dan Juara II melalui Tim 2. Adapun Juara III diraih Tim 1 MAN 21 Jakarta.
Seluruh pemenang akan mewakili Kota Administrasi Jakarta Utara pada Festival Pendidikan Kesiapsiagaan Bencana tingkat Provinsi DKI Jakarta.
Thoufiq mengungkapkan tingginya antusiasme peserta menjadi bukti meningkatnya kepedulian pelajar terhadap pendidikan kesiapsiagaan bencana.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya acara ini dan semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi para peserta, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan terhadap bencana," tuturnya.
Rasa syukur juga disampaikan Zahra Adelia (17), anggota Tim 1 SMAN 18 Jakarta yang berhasil meraih Juara I Lomba Cerdas Cermat Kebencanaan. "Bahagia sekali. Setelah ini kami akan terus belajar lebih giat agar bisa membawa harum nama Jakarta Utara di tingkat provinsi nanti," ungkapnya penuh semangat.
