Kominfotik JU – Pasukan gabungan (Pemerintah, TNI-Polri) Jakarta Utara bergerak cepat mengatasi penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Waduk Cincin, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (7/4). Sebanyak delapan armada truk dikerahkan untuk mempercepat pengangkutan agar kondisi tetap terkendali.
Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Tanjung Priok, Amir, mengatakan penumpukan sempat terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Namun, kondisi tersebut segera ditangani sehingga tidak berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.
“Penumpukan memang sempat terjadi, namun tidak sampai menggunung. Kami langsung melakukan percepatan pengangkutan agar tidak berlangsung lama,” ujarnya, Senin (7/4).
Ia menjelaskan, dampak berupa bau sempat tercium hingga radius sekitar 20 meter, terutama saat cuaca panas. Meski demikian, kondisi tersebut kini telah teratasi seiring optimalisasi pengangkutan sampah setiap harinya.
“Sekarang sudah tidak ada bau yang mengganggu. Kami pastikan pengangkutan berjalan lebih cepat agar tidak terjadi penumpukan berkepanjangan,” tambahnya.
Dalam upaya percepatan tersebut, Sudin LH Jakarta Utara mengerahkan sekitar delapan unit armada per hari yang terdiri dari truk tipper besar, tronton, serta armada pendukung lainnya. Rata-rata volume sampah yang diangkut mencapai sekitar 60 ton per hari.
Amir menambahkan, optimalisasi ini juga dilakukan sebagai respons atas penyesuaian kuota pembuangan sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.
Sebagai langkah jangka panjang, pembangunan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di kawasan tersebut juga hampir rampung dengan progres mencapai 98 persen dan ditargetkan segera beroperasi.
“Ke depan, TPS3R ini akan membantu mengurangi beban sampah sehingga penanganan bisa lebih cepat dan efisien,” jelasnya.
Selain itu, penataan juga dilakukan dengan menutup TPS liar di sekitar lokasi, termasuk TPS Kencana yang kini dialihfungsikan menjadi pool gerobak. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan sampah lebih terpusat dan tertib.
Di sisi lain, warga setempat mulai merasakan dampak positif dari langkah cepat yang dilakukan. Imran (34), warga Papanggo, mengaku kondisi saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
“Sekarang sudah lebih bersih, penumpukan sampah juga sudah berkurang,” katanya.
Ia pun mengapresiasi kesigapan petugas kebersihan serta berharap upaya penanganan sampah dapat terus ditingkatkan, diiringi kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah.
“Petugasnya sigap. Harapannya ke depan semakin cepat penanganannya dan masyarakat juga makin sadar,” tandasnya.
