Kominfotik JU - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar audiensi bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Administrasi Jakarta Utara di Ruang VIP, Kantor Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Rabu (8/4). Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi kelembagaan sekaligus membahas berbagai isu strategis terkait penyelenggaraan pemilu ke depan.
Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Iyan Sopian Hadi, menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah hal yang perlu ditindaklanjuti bersama agar ke depan seluruh sarana penunjang dapat terpenuhi dengan baik. “Alhamdulillah, kondisi wilayah tetap kondusif dan audiensi ini juga menjadi ajang bertukar informasi serta mempererat silaturahmi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Jakarta Utara, Abdul Bahder Maloko, menuturkan bahwa pembahasan dalam audiensi juga menyinggung kesiapan ke depan, termasuk terkait fasilitas dan dukungan kelembagaan. Ia berharap proses tindak lanjut dapat segera berjalan sesuai dengan tahapan yang direncanakan.
Untuk tahun 2026, KPU Jakarta Utara akan memfokuskan tiga kegiatan utama, yakni sosialisasi, pendidikan pemilih, serta peningkatan partisipasi masyarakat. Salah satu perhatian utama adalah menyasar pemilih pemula, khususnya di tingkat sekolah menengah atas (SMA).
“Kami akan lebih konsentrasi pada pemilih pemula melalui sosialisasi dan pendidikan memilih agar kesadaran demokrasi bisa terbentuk sejak dini,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Bawaslu Jakarta Utara, Johan Bahdi Putra, menyampaikan bahwa kegiatan pada tahun 2026 akan difokuskan pada konsolidasi demokrasi sebagai bagian dari persiapan menuju tahapan pemilu.
“Dalam forum silaturahmi ini, kami menekankan pentingnya konsolidasi demokrasi agar seluruh tahapan ke depan dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ungkapnya.
Audiensi ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi antar lembaga dalam menciptakan proses demokrasi yang berkualitas, transparan, dan partisipatif di Jakarta Utara.
