Kominfotik JU - Puluhan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Jakarta Utara tampak antusias mengikuti pelatihan peningkatan efisiensi produk yang digelar Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Jakarta Utara bersama PT Asianagro Agung Jaya, Rabu (8/4).
Pelatihan yang berlangsung di Aula Kantor Sudin Nakertransgi, Jalan Plumpang Semper, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja ini diikuti sekitar 30 peserta yang mayoritas bergerak di bidang usaha kuliner. Kegiatan ini bertujuan membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi produksi di tengah tantangan kenaikan harga bahan baku.
Salah satu peserta, Rani (38), warga Kalibaru, Cilincing, mengaku senang bisa kembali mengikuti pelatihan tersebut. Ia merasakan langsung manfaat dari materi dan praktik yang diberikan, terutama dalam teknik pengolahan makanan. “Alhamdulillah senang sekali bisa ikut lagi. Banyak ilmu baru yang saya dapat, terutama soal teknik menggoreng yang lebih hemat tapi hasilnya justru lebih bagus,” ujarnya.
Menurut Rani, penggunaan minyak padat yang diperkenalkan dalam pelatihan memberikan hasil yang lebih menarik dibandingkan minyak biasa. Selain itu, penggunaan bahan juga menjadi lebih efisien. “Hasil gorengan lebih kering, tidak terlalu menyerap minyak, jadi lebih hemat. Warna juga lebih bagus, jadi lebih menarik untuk dijual,” tambahnya.
Peserta lainnya juga merasakan manfaat serupa, terutama dalam memahami cara memilih bahan yang tepat agar biaya produksi bisa ditekan tanpa mengurangi kualitas produk. “Biasanya kami fokus ke rasa saja, tapi di sini diajarkan juga bagaimana supaya biaya tetap terkontrol. Jadi usaha bisa lebih untung,” ungkap salah satu peserta.
Kepala Sudin Nakertransgi Jakarta Utara, Noviar Dinaryanti, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam membantu pelaku usaha menghadapi tantangan ekonomi saat ini. “Pelaku usaha tidak hanya dituntut menghadirkan produk yang enak, tetapi juga harus mampu mengelola biaya produksi dengan baik agar usahanya tetap bertahan dan berkembang,” jelasnya.
Sementara itu, Manager CSR Apical, Sugiantoro, mengatakan pihaknya terus berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan berkelanjutan. “Kami ingin pelaku usaha tidak hanya punya keterampilan memasak, tetapi juga memahami efisiensi bahan dan teknik produksi agar bisa meningkatkan kualitas sekaligus keuntungan usaha,” ujarnya.
Selain praktik memasak, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pengemasan produk agar lebih menarik di pasaran. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk UKM.
Melalui pelatihan ini, para peserta berharap ilmu yang didapat dapat langsung diterapkan dalam usaha mereka sehari-hari. Mereka juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar pelaku usaha semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar yang semakin ketat.
