Sungai Bambu โ Dalam upaya mengantisipasi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan menjaga kebersihan lingkungan, jajaran Kelurahan Sungai Bambu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di Aula RPTRA Kelurahan Sungai, Rabu (12/8). Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Sungai Bambu, Siti Hasanah.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh para kader Jumantik dari seluruh RW di wilayah Kelurahan Sungai Bambu, perwakilan Puskesmas Pembantu (Pustu), serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kasi Kesra Kelurahan Sungai Bambu, menekankan pentingnya konsistensi dan peran aktif para kader Jumantik dalam melakukan Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) di lingkungan pemukiman warga.
"Peran ibu-ibu kader Jumantik adalah benteng terdepan kita dalam mencegah penyebaran penyakit DBD. Melalui evaluasi dan koordinasi rutin ini, kita pastikan setiap sudut pemukiman warga terbebas dari genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti," ujar Siti Hasanah.
Adapun hasil dari rakor tersebut diantaranya, evaluasi Angka Bebas Jentik (ABJ) meliputi peninjauan target ABJ di wilayah Kelurahan Sungai Bambu agar tetap berada di atas standar nasional (95%).
Penguatan Gerakan PSN 3M Plus: demgan mengingatkan warga untuk rutin melakukan Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang tempat penampungan air, serta langkah pencegahan tambahan.
Selanjutnya, dilakukan penjadwalan pemantauan Serentak dengan penetapan jadwal rutin pemeriksaan rumah ke rumah (door-to-door) oleh para kader tiap minggunya kemudian edukasi berkelanjutan dengan meningkatkan kesadaran pemilik rumah/gedung agar mau berpartisipasi menjadi Jumantik Mandiri di lingkungan keluarga masing-masing.
Melalui rakor ini, diharapkan sinergi antara pihak kelurahan, tenaga kesehatan, dan kader masyarakat semakin solid, sehingga wilayah Kelurahan Sungai Bambu dapat terbebas dari potensi gelombang kasus DBD.
