Perekonomian & Pembangunan
Penjaringan
9 Agustus 2026 27

Kelurahan Penjaringan Kelola Sampah Organik Melalui Budidaya Maggot, Wujudkan Ekonomi Sirkular dari Lingkungan Kantor

Kelurahan Penjaringan

Penulis

Penjaringan โ€“ Kelurahan Penjaringan terus mendorong penerapan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui budidaya maggot sebagai salah satu solusi pengolahan sampah organik di lingkungan kantor kelurahan. Program ini memanfaatkan sisa makanan dan sampah organik yang dihasilkan setiap hari untuk dibudidayakan menjadi pakan alami bernilai ekonomis sekaligus menghasilkan pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman.

Melalui budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot, sampah organik yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah kini diolah menjadi sumber daya yang memberikan manfaat bagi lingkungan. Maggot yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pakan alami bagi ikan yang juga dibudidayakan di lingkungan Kelurahan Penjaringan. Sementara itu, sisa hasil budidaya maggot berupa kasgot dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan tanaman penghijauan di sekitar kantor kelurahan.

Program ini menjadi salah satu bentuk penerapan ekonomi sirkular, di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah kembali menjadi produk yang bernilai guna. Selain mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir, kegiatan ini juga mendukung penghijauan serta ketahanan pangan skala lingkungan.

Lurah Kelurahan Penjaringan, Makhrus Nugroho Darojat, mengatakan bahwa pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot merupakan inovasi sederhana yang memberikan manfaat besar bagi lingkungan apabila dilakukan secara konsisten.

"Budidaya maggot merupakan salah satu solusi nyata dalam mengelola sampah organik dari sumbernya. Sampah sisa makanan yang sebelumnya menjadi limbah kini dapat diolah menjadi pakan ikan alami, sedangkan kasgotnya dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman. Inilah bentuk ekonomi sirkular yang ingin kami kembangkan, yaitu mengubah sampah menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat," jelasnya.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan pengelolaan sampah berbasis sumber. Oleh karena itu, Kelurahan Penjaringan terus mengedukasi masyarakat agar mulai membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah.

"Kami mengajak seluruh warga Kelurahan Penjaringan untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Memilah Sampah dari Sumber. Mari biasakan memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu sebelum dibuang. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau pakan maggot, sedangkan sampah anorganik dapat disalurkan ke bank sampah agar memiliki nilai ekonomi. Dengan langkah sederhana ini, kita dapat mengurangi timbulan sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan," ujarnya.

Kelurahan Penjaringan berharap budidaya maggot yang telah diterapkan di lingkungan kantor dapat menjadi contoh bagi masyarakat, komunitas, maupun kelompok pengelola sampah di wilayah. Dengan semakin banyak warga yang mengolah sampah organik dari sumbernya, beban pengelolaan sampah dapat berkurang secara signifikan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang hijau, sehat, dan ramah lingkungan.

Melalui inovasi ini, Kelurahan Penjaringan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan berbagai program pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pemilahan dan pengolahan sampah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari demi mewujudkan Jakarta yang lebih bersih dan berketahanan lingkungan.

Tags
#Penjaringan
Bagikan Berita