Kominfotik JU – Senyum bahagia terpancar dari wajah Minarni (56), warga RT 018 RW 007, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, saat menempati rumah barunya yang kini berdiri kokoh dan nyaman. Setelah puluhan tahun tinggal di rumah yang kerap kebanjiran dan nyaris roboh, impiannya memiliki hunian layak akhirnya terwujud melalui Program Bedah Rumah Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Utara.
Bagi Minarni, rumah baru yang kini ditempatinya bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga menjadi simbol harapan baru bagi keluarganya. Rumah berukuran 6 x 3,2 meter yang berdiri di atas tanah warisan orang tuanya itu telah dihuni keluarga selama lebih dari 45 tahun. Sebelumnya, rumah tersebut mengalami kerusakan parah dan hampir setiap hujan turun selalu dilanda banjir.
"Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Wali Kota, Baznas Bazis, Bapak Camat, Bapak Lurah, dan semua yang telah membantu. Rumah kami kini sudah bagus dan nyaman. Semoga Allah membalas semua kebaikan Bapak dan Ibu dengan kesehatan, keberkahan, serta perlindungan-Nya," ucap Minarni.
Ia menambahkan, proses pembangunan rumahnya berlangsung sekitar tiga minggu hingga akhirnya berubah menjadi hunian yang layak dan aman untuk ditempati bersama keluarga.
Program yang dijalankan bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara tersebut menjadi salah satu upaya nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang sehat, aman, dan layak huni bagi warga kurang mampu.
Pada tahun 2026, Program Bedah Rumah Dhuafa menargetkan pembangunan 35 rumah. Pada Semester I, sebanyak 20 warga telah menjadi penerima manfaat, dengan rincian 15 rumah telah selesai dibangun dan lima rumah lainnya masih dalam tahap pengerjaan, sementara sisanya tengah menjalani proses asesmen.
Kepala Pelaksana Wilayah Baznas Bazis Kota Administrasi Jakarta Utara, Wisnu Cakraningrat, mengatakan Program Bedah Rumah merupakan program rutin tahunan yang disinergikan bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara dan berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
"Program ini bertujuan membantu warga dhuafa atau mustahik agar memiliki hunian yang layak, sehat, aman, dan nyaman. Tahun ini kami menargetkan 35 rumah. Pada semester I telah selesai membangun 15 rumah, lima rumah sedang dalam proses, sedangkan sisanya masih dalam tahap asesmen," ujarnya.
Wisnu menjelaskan, seluruh pembiayaan program berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari Aparatur Sipil Negara (ASN), perusahaan, serta masyarakat melalui unit pengumpul zakat di tingkat kelurahan, RT, dan RW.
Menurutnya, seluruh dana yang dihimpun dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, termasuk bedah rumah. Bahkan, kelurahan dengan penghimpunan ZIS yang tinggi akan mendapatkan apresiasi berupa tambahan kuota program bedah rumah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota beserta jajaran yang terus mendukung program Baznas Bazis Jakarta Utara. Semoga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya," katanya.
Saat meresmikan Program Bedah Rumah Semester I Tahun 2026 di lingkungan RT 018 RW 007, Kelurahan Lagoa, Kamis (9/7), Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menegaskan bahwa program tersebut bukan hanya membangun sebuah rumah, tetapi juga membangun harapan, mengangkat martabat, dan membuka masa depan yang lebih baik bagi keluarga penerima manfaat.
"Hunian yang layak menjadi fondasi penting bagi terciptanya kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah bersama Baznas Bazis dalam mengurangi ketimpangan hunian sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat," ungkapnya.
Hendra menambahkan, seluruh pembiayaan program berasal dari dana ZIS yang dihimpun dari ASN, perusahaan, dan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga yang membutuhkan. Ia pun mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat melalui Baznas Bazis agar semakin banyak warga yang dapat dibantu.
Dalam kesempatan tersebut, Hendra juga mengingatkan masyarakat untuk melaporkan apabila masih terdapat warga yang ijazahnya tertahan di sekolah agar dapat difasilitasi melalui Program Tebus Ijazah. "Saya berharap tidak ada lagi anak-anak kita yang terkendala meraih masa depan karena ijazahnya tertahan. Pendidikan adalah pintu gerbang menuju kehidupan yang lebih baik," tuturnya.
Pada acara peresmian Program Bedah Rumah Semester I Tahun 2026 turut dihadiri Ketua Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta, KH. A. Nur Alam Bakhtir, Camat Koja, Toto Bondan, Lurah Lagoa Yuyun Wahyudi, serta jajaran terkait.
