Ancol – Lurah Ancol, Saud Maruli Manik memimpin Rapat Koordinasi Potensi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan Pengembangan Potensi Penataan Akses yang diselenggarakan Pemerintah Kelurahan Ancol bersama Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi DKI Jakarta di Aula Kantor Lurah Ancol, Selasa (15/7).
Rapat koordinasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BPN dalam mendukung pelaksanaan reforma agraria melalui identifikasi potensi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) serta pengembangan program penataan akses sebagai langkah pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi pilot project pelaksanaan pengembangan potensi TORA dan penataan akses di Provinsi DKI Jakarta, yang diharapkan dapat menjadi model implementasi reforma agraria di wilayah lain.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Koordinator Substansi Landreform Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta Mulya Utami, Koordinator Substansi Pemberdayaan Tanah Masyarakat Mahmud Murod, Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan BPN Kota Administrasi Jakarta Utara Margo Purwanto, jajaran Pemerintah Kelurahan Ancol, serta para pemangku kepentingan terkait.
Dalam rapat dibahas inventarisasi potensi bidang tanah yang memenuhi kriteria sebagai TORA, sekaligus pemetaan peluang pengembangan penataan akses. Pembahasan difokuskan pada upaya mengoptimalkan pemanfaatan tanah melalui program pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, serta pengembangan potensi ekonomi sesuai dengan karakteristik wilayah.
Sebagai wilayah percontohan, Kelurahan Ancol diharapkan mampu mengintegrasikan penataan aset dan penataan akses secara berkelanjutan sehingga reforma agraria tidak hanya memberikan kepastian hukum atas tanah, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan lahan yang produktif.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kelurahan Ancol bersama Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan reforma agraria yang berkeadilan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Keberhasilan pelaksanaan pilot project ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan program serupa di wilayah lain di Provinsi DKI Jakarta.
