Administrasi & Kesra
Walikota Jakarta Utara
16 Juli 2026 572

Jemput Bola Deteksi Dini TB, 120 Warga Kalibaru Ikuti Skrining Kesehatan Gratis

Kominfotik-Admin

Penulis

Kominfotik JU – Upaya mempercepat penemuan kasus Tuberkulosis (TB) sekaligus memutus mata rantai penularan terus digencarkan di Jakarta Utara. Sebanyak 120 warga RW 014 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing mengikuti kegiatan Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus aktif melalui pemeriksaan kesehatan bagi kontak serumah dan kontak erat pasien TB yang dilaksanakan di Kantor RW 014 Kelurahan Kalibaru, Kamis (16/7).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Puskesmas Kecamatan Cilincing dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Priok melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta RS Islam Jakarta Sukapura yang menyediakan fasilitas mobil rontgen untuk mendukung pemeriksaan.

Kepala Puskesmas Kecamatan Cilincing, dr. Raden Achmad Sigit, mengatakan TB masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan serius melalui deteksi dini, skrining, dan pelacakan kontak erat.

"Tahun ini kami melaksanakan skrining dan tracing di 120 lokasi di wilayah Kecamatan Cilincing dengan target sekitar 100 orang pada setiap lokasi. Program ini berjalan bersamaan dengan kegiatan dari Kementerian Kesehatan dan mendapat dukungan tambahan dari Pelindo serta RS Islam Jakarta Sukapura sehingga cakupan pemeriksaan dapat semakin luas," jelasnya didampingi Kepala Puskesmas Pembantu Kalibaru, dr. Muvinda Yuningrum Putri.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu menemukan kasus lebih awal sehingga penanganan dapat segera dilakukan dan penyebaran penyakit dapat dicegah. "Yang terpenting adalah menemukan kasus sedini mungkin, kemudian melakukan pemeriksaan kepada kontak serumah agar penularan dapat dihentikan. TB merupakan penyakit yang dapat disembuhkan asalkan pasien disiplin dan tuntas menjalani pengobatan," ungkapnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, Puskesmas Kecamatan Cilincing juga terus memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui pembentukan Kampung Siaga TB, pelatihan kader, serta sosialisasi mengenai pentingnya deteksi dini dan kepatuhan berobat.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara, dr. Sari Agustina, mengapresiasi kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

"Ini merupakan salah satu fasilitas kesehatan gratis yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Jika hasil rontgen mengarah pada TB, warga tidak perlu khawatir karena dapat segera datang ke Puskesmas Pembantu Kalibaru untuk mendapatkan pengobatan. Setelah menjalani pengobatan selama sekitar dua minggu, risiko penularan akan menurun secara signifikan," katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap penderita TB. "Jangan menjauhi penderita TB. Justru mereka perlu didampingi agar pengobatannya tuntas. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, kita dapat bersama-sama menekan angka penularan TB di Jakarta Utara," tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga RT 006 RW 014 Kelurahan Kalibaru, Kurniawati, mengaku terbantu dengan adanya layanan skrining yang dilaksanakan di lingkungan tempat tinggalnya. "Terima kasih atas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada kami. Adanya pemeriksaan TB dengan sistem jemput bola ini sangat membantu sekali karena lebih dekat dari rumah dan tanpa biaya," tuturnya.

Bagikan Berita