Jakarta - Perayaan Lebaran Betawi 2026 yang digelar di Lapangan Banteng berlangsung meriah selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 April 2026. Acara tahunan ini kembali menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk merayakan kekayaan budaya Betawi sekaligus mempererat tali silaturahmi dalam suasana yang hangat dan penuh makna.
Sejak hari pertama, kawasan Lapangan Banteng dipadati oleh antusiasme pengunjung dari berbagai kalangan. Beragam pertunjukan seni budaya Betawi, mulai dari tari tradisional, musik gambang kromong, hingga lenong, sukses memikat perhatian dan menghadirkan nuansa khas yang sarat akan nilai tradisi. Kehadiran para pelaku seni dan komunitas budaya turut memperkuat semangat pelestarian warisan lokal di tengah masyarakat.
Di sisi lain, kuliner khas Betawi menjadi daya tarik tersendiri. Berbagai hidangan seperti kerak telor, soto Betawi, hingga aneka jajanan tradisional disajikan, menghadirkan pengalaman rasa yang autentik sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Betawi kepada generasi muda.
Puncak perayaan pada hari terakhir semakin menegaskan bahwa Lebaran Betawi bukan sekadar ajang hiburan, melainkan juga momentum penting untuk memperkuat identitas budaya dan kebersamaan masyarakat. Setiap sudut acara dipenuhi cerita, tawa, dan kenangan yang mencerminkan semangat kebersamaan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut hadir dalam perayaan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng. Kehadirannya menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Betawi sebagai identitas Jakarta di tengah keberagaman.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa: āLebaran Betawi bukan sekadar perayaan, tetapi ruang kebersamaan untuk memperkuat nilai budaya dan persatuan warga Jakarta.ā
Turut hadir pula Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Administrasi Jakarta Utara, Restuning Dyah serta jajaran staf yang ikut meramaikan acara. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya Betawi sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga identitas budaya lokal.
Momentum ini diharapkan dapat terus menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan nilai-nilai budaya Betawi bagi seluruh lapisan masyarakat. (Rdn)
