Kominfotik JU — Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga pesisir Jakarta Utara terus diperkuat melalui langkah konkret di lapangan.
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK DKI Jakarta, Hani Pramono Anung, meninjau langsung pemasangan bantuan toren air di RW 01, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara sebagai bagian dari solusi cepat bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air bersih. Turut hadir pula Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Utara, Fida Hendra.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara TP PKK DKI Jakarta dan PT PAM Jaya, yang difokuskan untuk membantu masyarakat di wilayah dengan tantangan distribusi air, khususnya kawasan pesisir.
Hani mengapresiasi sinergi yang juga melibatkan Dharma Wanita PAM Jaya tersebut. Ia menilai, kehadiran bantuan toren air ini menjadi bentuk nyata respons cepat pemerintah daerah dan BUMD dalam menjawab kebutuhan dasar warga.
“Kami sangat mengapresiasi PAM Jaya atas terlaksananya program ini. Harapannya, inisiatif ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi kesejahteraan serta kesehatan warga,” ujar Hani Pramono Anung, Rabu (15/4).
Direktur Operasional PAM Jaya, Syahrul Hasan, menyampaikan bahwa distribusi 2.000 unit toren air akan dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah DKI Jakarta, dengan prioritas awal pada daerah yang membutuhkan penanganan segera, seperti Muara Angke di Kelurahan Pluit.
Menurutnya, penyediaan toren air menjadi langkah solusi jangka pendek yang efektif untuk menjaga ketersediaan air di tengah keterbatasan fasilitas penampungan warga.
“Toren ini menjadi solusi jangka pendek yang efektif. Dengan kapasitas lebih besar, warga kini memiliki cadangan air yang stabil untuk kebutuhan 24 jam,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kawasan Pluit dan sekitarnya berada di ujung jaringan distribusi (dead end) dari SPAM Pejompongan, yang menyebabkan suplai air kerap tidak stabil.
Sebagai langkah jangka panjang, PAM Jaya tengah mengakselerasi pembangunan infrastruktur melalui proyek SPAM Angke–Pesanggrahan yang ditargetkan mampu menyuplai hingga 3.000 liter air per detik untuk wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
“Cakupan layanan kami saat ini telah mencapai 81,52 persen. Kami menargetkan pada 2026 meningkat menjadi 90 persen melalui penambahan 250.000 sambungan baru. Kami berkomitmen menjaga stabilitas, kuantitas, dan kontinuitas layanan,” tegasnya.
Dampak program ini mulai dirasakan langsung oleh warga. Neneng Maelani (45), warga RT 06/01, mengaku kini tidak lagi terbebani biaya pembelian air harian setelah mendapatkan bantuan toren berkapasitas 300 liter.
"Alhamdulillah, sejak ada toren gratis dari PAM Jaya sekarang kebutuhan air untuk delapan orang di rumah jadi terpenuhi dan stabil. Warga sekitar juga ikut terbantu,” tutupnya.
