Administrasi & Kesra
Walikota Jakarta Utara
7 Mei 2026 18

Seni Rebana Bergema di Jakut, 30 Peserta Ikuti Pelatihan Intensif

Kominfotik-Admin

Penulis

Kominfotik JU – Semangat pelestarian seni musik Islami terus digaungkan di Jakarta Utara. Sebanyak 30 peserta dari enam kecamatan mengikuti Pelatihan Seni Musik Islami yang digelar Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Utara mulai 7 hingga 22 Mei 2026 di Gedung Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Aki Tirem.

Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Utara, Dya Perwita Kusuma mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam menjaga eksistensi seni budaya Islami, khususnya musik rebana, agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

“Pelatihan ini tidak hanya menjadi ruang pembinaan keterampilan, tetapi juga wadah memperkuat kreativitas dan kualitas para pelaku seni musik Islami di Jakarta Utara,” ujarnya, Kamis (7/5).

Menurutnya, rebana bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan bagian dari identitas budaya yang memiliki nilai religi, edukatif, dan sosial. Karena itu, regenerasi pelaku seni perlu terus diperkuat melalui pembinaan yang terarah dan berkesinambungan.

“Kami berharap lahir kelompok-kelompok rebana yang semakin berkualitas serta mampu menjaga warisan budaya Islami agar tetap diminati generasi muda,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Utara, Wawan Setiawan menjelaskan, peserta dibagi ke dalam tiga kategori pelatihan, yakni Rebana Hadrah, Rebana Qasidah, dan Rebana Ketimpring, masing-masing diikuti 10 peserta.

Ia menuturkan, pelatihan dikemas melalui metode teori dan praktik dengan pendampingan langsung dari para pelatih berpengalaman di bidang seni rebana.

“Peserta mendapatkan materi mulai dari pengenalan dasar seni musik Islami, teknik permainan rebana, penguasaan irama, harmonisasi kelompok, hingga praktik penampilan dan evaluasi,” jelasnya.

Menurut Wawan, antusiasme peserta terlihat tinggi selama pelatihan berlangsung. Materi yang diberikan juga disesuaikan dengan karakteristik masing-masing jenis rebana sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan menarik.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta akan menampilkan hasil latihan dalam sesi evaluasi kelompok sebagai bentuk implementasi kemampuan yang telah diperoleh selama pelatihan.

“Harapannya, ilmu yang didapat dapat terus dikembangkan dan ditularkan kembali di lingkungan maupun kelompok seni masing-masing sehingga seni musik Islami semakin tumbuh dan lestari di Jakarta Utara,” pungkasnya.

Bagikan Berita