Kominfotik JU - Warga Jakarta Utara menyambut antusias pembangunan Jembatan Garuda yang menghubungkan RW 12 Kelurahan Pademangan Timur dengan RW 01 Kelurahan Sunter Agung.
Jembatan sepanjang 22 meter dengan lebar 1,5 meter ini dibangun melalui kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, dan masyarakat. Kehadiran jembatan tersebut menjadi solusi atas kebutuhan akses penghubung yang selama ini sangat dibutuhkan warga.
Ketua RW 01 Kelurahan Sunter Agung, Suselo, mengatakan bahwa jembatan ini merupakan akses penting bagi aktivitas sehari-hari masyarakat. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya warga hanya mengandalkan jembatan kayu yang sudah digunakan selama sekitar 20 tahun dan sering mengalami kerusakan. “Jembatan ini sudah ada sejak 20 tahun lalu, tetapi sering rusak. Diperbaiki secara swadaya paling hanya bertahan tiga sampai empat bulan,” ujarnya.
Menurutnya, jembatan tersebut menjadi jalur utama bagi ribuan pelajar serta akses tercepat menuju pasar, puskesmas, dan berbagai fasilitas umum lainnya. Jika tidak melalui jembatan tersebut, warga harus memutar hingga sekitar dua kilometer.
Atas pembangunan jembatan baru ini, Suselo mewakili warga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pangdam Jaya dan seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan infrastruktur yang lebih aman dan layak. “Warga sangat senang. Harapan kami jembatan ini bisa awet dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan Hani (65), warga RT 02 RW 12 Kelurahan Pademangan Timur. Ia mengaku kini merasa lebih aman saat melintas. “Dulu saya takut lewat karena jembatannya dari kayu dan sudah tua. Sekarang lebih aman, jadi senang sekali,” ungkapnya.
Dengan adanya Jembatan Garuda, diharapkan mobilitas warga menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman, serta dapat mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di kedua wilayah tersebut.
