Administrasi & Kesra
Walikota Jakarta Utara
18 Mei 2026 17

Pramono Anung Resmikan Kelenteng Tian Fu Gong di PIK, Simbol Harmoni dan Toleransi Jakarta

Kominfotik-Admin

Penulis

Kominfotik JU – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan Kelenteng Tian Fu Gong di kawasan Riverwalk Island, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Minggu (17/5). Peresmian berlangsung dalam suasana hangat, penuh kebersamaan, serta menjadi simbol kuat keberagaman dan toleransi antarumat beragama di Jakarta.

Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Yayasan Sanggar Sinar Suci serta berbagai pihak yang telah bergotong royong membangun kelenteng tersebut. Menurutnya, pembangunan Kelenteng Tian Fu Gong bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menjadi lambang persatuan dan keharmonisan masyarakat Jakarta yang majemuk.

“Pembangunan kelenteng ini bukan hanya pembangunan fisik, melainkan simbol keberagaman, persatuan, kebersamaan, dan toleransi antarumat beragama di Jakarta. Dan inilah yang menjadi bagian utama dalam pemerintahan yang saya bangun saat ini,” tegas Pramono.

Ia menuturkan, wajah Jakarta saat ini semakin menunjukkan keterbukaan dan penghormatan terhadap keberagaman budaya maupun agama. Hal itu tercermin dari berbagai kegiatan besar lintas budaya dan keagamaan yang kini dapat digelar secara terbuka di ruang publik Jakarta.

Pramono juga mengapresiasi kawasan Riverwalk Island yang menghadirkan fasilitas rumah ibadah lintas agama dalam satu kawasan. Selain Masjid Al Ikhlas, kawasan tersebut juga memiliki tempat ibadah umat Buddha, Tridharma atau Taoisme, dan ke depan akan dibangun gereja Katolik. “Ini menunjukkan bahwa kebersamaan, keberagaman, dan toleransi betul-betul telah selesai di tempat ini dan inilah Indonesia,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Pramono turut menyinggung penguatan konektivitas transportasi menuju kawasan PIK. Ia mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan Transjabodetabek rute PIK 2–Blok M yang kini telah melayani rata-rata delapan ribu penumpang per hari, jauh melampaui target awal dua ribu penumpang.

Bahkan, ia membuka peluang pengembangan transportasi massal berupa LRT yang menghubungkan Velodrome hingga PIK 2. Menurutnya, konektivitas transportasi yang semakin baik akan mendukung pertumbuhan kawasan sekaligus meningkatkan aksesibilitas masyarakat.

Selain menjadi tempat ibadah dan peningkatan spiritualitas, Pramono berharap Kelenteng Tian Fu Gong dapat berkembang menjadi pusat interaksi sosial, pelestarian budaya, sekaligus destinasi wisata religi dan budaya baru di Jakarta. Ia menilai konsep keberagaman yang dihadirkan di kawasan tersebut memiliki daya tarik besar dan tidak kalah dengan destinasi serupa di luar negeri.

Di akhir sambutannya, Pramono berpesan agar kelenteng tersebut dapat dikelola dengan baik dan terus dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat maupun umat yang beribadah. “Semoga Kelenteng Tian Fu Gong membawa keberkahan, kerukunan, kebersamaan, keindahan, kenyamanan, dan kebahagiaan,” tutupnya.

Bagikan Berita