(62-21) 4303111

News Article

Image

RAP Jadi Solusi Bagi Ratusan Kepala Keluarga Terdampak ITF

KOMINFOTIK JU - Pemerintah Kota Jakarta Utara bekerjasama dengan PT Jakarta Solusi Lestari akan menerapkan program Reshattlement Action Program (RAP) bagi warga terdampak pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, Tanjung Priok. 

Wali Kota Jakarta Utara Sigit Widjatmoko mengatakan, terdapat 116 Kepala Keluarga (KK) yang mendiami lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di sekitar lokasi pembangunan ITF Sunter. Keseluruhannya akan diikutsertakan dalam program RAP sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap warga terdampak.

"RAP ini merupakan program pemindahan sekaligus pemulihan. Yang berarti tidak hanya sekadar dipindahkan, namun warga terdampak tetap diperhatikan hingga kembali mendapatkan hidup lebih layak dibandingkan saat ini. Tentunya dengan adanya pengontrolan kehidupan warga terdampak oleh tim dari PT Jakarta Solusi Lestari," kata Sigit, saat ditemui di Kantor Walikota Jakarta Utara, Senin (9/9).

Dijelaskannya, pembangunan ITF sendiri direncanakan pada November 2019 mendatang. Sebelum memasuki masa pembangunan, pemerintah tentunya harus memastikan berbagai proses management seperti pengaturan lalu lintas, sistem kerja, hingga penyelarasan aset-aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang berlokasi disekitar ITF Sunter, seperti pintu air dan gudang peralatan dan pembekalan (alkal).

"Informasinya November 2019 pembangunan ITF Sunter sudah mulai running. Dan tadi kami membahas soal trafict management sistemnya, kemudian bagaimana menyelaraskan aset Pemprov. Baik sebelum dan saat masa kontruksi, bagaimana pengaturan di kawasan tersebut," jelasnya.

Chief Executive Officer (CEO) PT Jakarta Solusi Lestari Faisal Muzakki memastikan warga terdampak pembangunan ITF Sunter akan memiliki kondisi hidup lebih baik dari saat ini melalui program RAP. 

Semisal warga terdampak ingin kembali ke kampung halaman, maka pihaknya akan memfasilitasi hingga memiliki kehidupan yang layak.

"Namun yang perlu ditekankan adalah bagaimana setelah mereka berpindah ini memiliki kondisi yang sama atau lebih baik daripada pada saat mereka tinggal di area saat ini," ungkapnya.

Terkait rencana pembangunan ITF Sunter, diterangkannya pekerja sudah mulai mempersiapkan kebutuhan awal untuk memulai pembangunan konstruksi utama di lahan seluas 3,2 hektar tersebut.

Sedangkan mesin pengolahan sampah penghasil 35 mega watt yang diimpor dari Finlandia dan Denmark rencananya dipasang pada akhir 2020 mendatang.

"Jadi pembangunannya ini bertahap hingga akhirnya target pembangunan rampung pada 2022 mendatang," tutupnya.

Diketahui, kehadiran ITF Sunter akan menjadi solusi dalam pengolahan sampah di DKI Jakarta. Sebanyak 2.200 ton sampah setiap harinya akan diolah hingga menghasilkan puluhan mega watt pasokan aliran listrik.