(62-21) 4303111

News Article

Image

Bank Sampah Rusun Marunda Olah Sampah Daun Jadi Pupuk Organik Komar

KOMINFOTIK JU - Mengolah sampah daun menjadi pupuk kompos organik sebagai salah satu cara untuk meminimalisir sampah yang ada di wilayah Kelurahan Marunda. Sampah daun yang berjatuhan di pinggir jalan dijadikan bahan baku utama pembuatan pupuk kompos organik.

"Sudah 3 tahun, kami mengolah sampah daun menjadi pupuk kompas organik dengan label Kompos Marunda (Komar). Untuk membuat pupuk itu membutuhkan waktu 3 bulan tanpa menggunakan bahan kimia," jelas Heri, pengelola Bank Sampah Rusun Marunda, Jumat (6/9).

Proses pembuatannya dimulai dengan pencacahan sampah dengan menggunakan mesin komposting kemudian difermentasi hingga 3 bulan. Selanjutnya, dijemur, diayak dan dikemas. "Kami juga menjual pupuk Komar dimana harga perbungkusnya ukuran 3 Kg hanya Rp 10 ribu dan 1 karung ukuran 8 Kg Rp 20 ribu," terangnya.

Selain pupuk kompos organik, Bank Sampah Rusun Marunda juga menyediakan tanaman hias, bibit sayuran, media tanam, bibit ikan, pot tanah liat dan lain-lain. "Kompos organik itu bahan dasarnya adalah sampah daun sedangkan sampah rumah tangga digunakan untuk tahap pembusukan. Setiap harinya, PPSU Kelurahan Marunda yang bertugas menyapu jalan selalu memberikan sampah daunnya ke kami untuk diolah," ujar Heri.

Bersama 6 pengelola Bank Sampah Rusun Marunda lainnya, ia mengolah sampah-sampah itu hingga menjadi pupuk kompos organik. "Setiap bulannya, pupuk yang dihasilkan mencapai 1 ton. Alhamdulillah, pupuk Komar sudah banyak pembelinya ada yang dari Ciputat, Bekasi, Bogor dan wilayah lainnya," ucapnya.