(62-21) 4303111

News Article

Image

15 RW Di Jakut Menuju Kampung Kota Bersama

KOMINFOTIK JU - Menata lingkungan pemukiman agar semakin nyaman, aman dan lengkap fasilitas membutuhkan kerjasama dari semua unsur. Warga setempat sebagai penggerak utama yang berkolaborasi dengan pemerintah, swasta dan unsur lainnya untuk mewujudkan kampung yang asri dan guyub warganya.

"Penataan kampung yang baik akan ditingkatkan ke tahap yang lebih teratur jadi bukan hanya bersih dan hijau tapi harus teratur. Minimal ada 1 RW percontohan di setiap kelurahan yang akan memotivasi lingkungan RW lainnya untuk bersama-sama menata lingkungannya menjadi lebih teratur," jelas Ali Maulana Hakim, Wakil Wali Kota Jakarta Utara saat memimpin rapat paparan hasil urun rembug RW Kampung Kota Bersama di Ruang VIP, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Rabu (11/9).

Lingkungan RW 01 Kelurahan Sunter Jaya sebagai salah satu RW percontohan di wilayah Jakarta Utara yang menjadi acuan dalam pelaksanaan program Kampung Kota Bersama. Bahkan Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) mendampingi langsung warga setempat yang ingin menata kampungnya agar lebih baik dan lebih ramah terhadap pejalan kaki serta pesepeda.

"Diawali dari adanya gerakan dari masyarakat yang ingin menata lingkungannya kemudian didukung oleh semua unsur. Keberhasilan yang diraih oleh masyarakat RW 01 Sunter Jaya dalam upaya mewujudkan Kampung Kota Bersama akan dikloning ke lingkungan RW lainnya," terangnya.

Dari 31 kelurahan yang ada di Jakarta Utara telah disortir menjadi 15 RW dari 15 kelurahan. Kemudian 10 RW masih menjalankan proses pengumpulan data dan 5 RW yang telah melaksanakan rembug warga dalam mempersiapkan lingkungannya menjadi Kampung Kota Bersama.

Kelima RW yang telah melaksanakan rembug warga yaitu RW 01 Kelurahan Rorotan, RW 016 Kelurahan Semper Barat, RW 01 Kelurahan Tugu Utara, RW 02 Kelurahan Tugu Selatan dan RW 02 Kelurahan Rawa Badak Selatan. Sedangkan dalam waktu dekat akan dilaksanakan kerja bakti dan Festival Kampung Kota Bersama yang dimulai pada minggu kedua hingga keempat di bulan September.

"Dalam proses pendampingan yang dilakukan, ITDP menggunakan metode community development sehingga terjadi kolaborasi dengan warga setempat dan berkolaborasi bersama pemerintah, pihak swasta dan unsur lainnya. Dengan melibatkan perempuan, anak-anak dan disabilitas adalah kunci pendampingan yang dilakukan ITDP," terang Fani Rachmita, Senior Communications dan Partnership Manager ITDP.