(62-21) 4303111

News Article

Image

Kolaborasi Lintas Program dan Sektor Diharapkan Mampu Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

KOMINFOTIK JU - Untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi membutuhkan komitmen yang tinggi dari semua lintas sektor. Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman menyatakan semua elemen memiliki peran untuk ikut menekan angka kematian ibu dan bayi.
 
"Kita selaku pemangku kepentingan mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat termasuk di bidang kesehatan. Tugas kita memastikan bahwa warga dalam keadaan sehat dan selalu mengingatkan untuk mengecek kesehatan secara rutin," ujar Wawan ketika membuka kegiatan koordinasi lintas program/lintas sektor peningkatan kualitas Antenatal Care (ANC) dalam upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Ruang Fatahillah, Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Rabu (14/8).
 
Terkait dengan upaya pencegahan kematian ibu dan bayi di wilayah DKI Jakarta. Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Desi Prianti menegaskan penurunan angka kematian ibu dan bayi tidak hanya dari sisi kesehatan tapi juga membutuhkan bantuan lintas program dan lintas sektor. "Dari semua lintas program dan lintas sektor bersama-sama berupaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di DKI Jakarta," tegasnya.
 
Adapun penyebab kematian ibu dan bayi diantaranya pernikahan yang usia pasangannya belum cukup umur sehingga kehamilannya beresiko tinggi, penyakit anemia dan faktor lainnya. "Dari bidang kesehatan sudah berusaha semaksimal mungkin melakukan berbagai upaya diantaranya pencegahan anemia melalui skrining kesehatan sejak usia remaja, pra nikah, pra kehamilan, sampai dengan kehamilan. Jangan dianggap biasa tapi harus selalu waspada karena kehamilan dibawah usia 20 tahun sangat beresiko tinggi," terang Yudi Dimyati, Kasudin Kesehatan Jakarta Utara.