(62-21) 4303111

News Article

Image

Ketahanan Pangan dan Harga Kebutuhan Pokok Di 23 Pasar Jakut Cenderung Stabil

KOMINFOTIK JU - Ketahanan pangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok dalam minggu kedua bulan November di wilayah Jakarta Utara cenderung stabil. Kasubbag Pariwisata, Pangan, Kelautan dan Pertanian Bagian Perekonomian Setko Administrasi Jakarta Utara, Dewi Setyowati mengatakan, harga kebutuhan pokok tidak terlalu mengalami gejolak walaupun ada kenaikan dan penurunan tidak terlalu signifikan.

"Kalau terjadi lonjakan harga yang cukup tinggi maka kami langsung berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk menggelar operasi pasar di sejumlah lokasi," ungkap Dewi saat memimpin rapat koordinasi (rakor) pemantauan, evaluasi ketahanan pangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok secara virtual di Ruang Fatahillah, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Kamis (19/11).

Dalam rakor tersebut dihadiri secara virtual oleh Manajer PD Pasar Jaya Area 13 dan 14 yang mencakup 23 pasar di wilayah Jakarta Utara. "Harapan kami dengan adanya rakor ini akan mempermudah pengawasan dan jika ditemukan permasalahan maka akan cepat ambil tindakan dengan melibatkan pihak terkait seperti Dinas KPKP, PD Pasar Jaya, Bulog, Dharma Jaya, Food Station dan unsur lainnya," terangnya.

Berdasarkan data yang didapatkan dari Bagian Perekonomian Setko Jakarta Utara tentang perkembangan harga rata-rata komoditas di 23 pasar terjadi kenaikan dan penurunan yang tidak terlalu signifikan seperti daging sapi murni di minggu pertama November Rp 119.067 yang mengalami penurunan di minggu kedua menjadi Rp 118.400. 

Kemudian beras IR I dari Rp 11.500 menjadi Rp 11.675, ayam potong perkilonya Rp 35.826 menjadi 37.043, cabe rawit merah Rp 30.304 menjadi Rp 32.087. Sedangkan harga rempah-rempah diantaranya jahe perkilonya Rp. 45.238 menjadi Rp 44.048, jahe merah Rp 63.333 menjadi Rp 61.667, gula merah Rp 19.762 menjadi Rp. 19.048, sereh dari Rp15.524 menjadi Rp 14.000.