(62-21) 4303111

News Article

Image

Manfaatkan Fasos Fasum dan Barang Bekas, Taman Deli Koja Dihiasi Tujuh Jenis Tanaman Hingga Mural

KOMINFOTIK JU – Lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) seluas 30 meter persegi di Jalan Deli, Kelurahan Koja, Koja, Jakarta Utara dimanfaatkan sebagai paru-paru kota. Diberi nama Taman Deli Koja, taman diisi dengan beragam jenis tanaman, pot daur ulang hingga hiasan mural.

Lurah Koja Frimelda Novitara mengatakan, Taman Deli Koja merupakan upaya pemanfaatan lahan fasos fasum milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berfungsi sebagai paru-paru kota. Taman digarap sejak awal September 2020 oleh petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) Kelurahan yang berkolaborasi dengan petugas Satuan Pelaksana (Satpel) Pertamanan dan Hutan Kota Kecamatan Koja.

“Awalnya lahan itu tidak terpakai. Tanah di lahan itu digemburkan terlebih dahulu menggunakan lumpur untuk bisa ditanami tanaman,” kata Frimelda saat dikonfirmasi, Selasa (20/10).

Dijelaskannya, taman diisi tujuh jenis tanaman anti polutan seperti asoka, kencana ungu, palam, niana merah, kamboja, santa semon, dan lidah mertua. Selain ditanam di tanah, tanaman juga ditanam dengan media pot hasil daur ulang botol plastik dan ban bekas. 

“Untuk tanaman kami berkolaborasi dengan Satpel Pertamanan dan Hutan Kota Kecamatan Koja. Ada tujuh jenis tanaman yang ditanam di tanah dan media pot daur ulang yang dihias cat warna warni,” jelasnya.

Untuk menambah kecantikan taman, diterangkannya taman dihias dengan mural berukuran besar bertema himbauan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan pemandangan alam. Mural tersebut merupakan kreasi tiga petugas PPSU Kelurahan Koja yaitu Yoga, Hendra, dan Mangasi.

“Proses mural agak sulit karena dinding berjarak dengan saluran air selebar hampir satu meter. Lumpur di saluran air juga sudah kami bersihkan sehingga dapat berfungsi normal mengaliri air dari Jalan Deli menuju Kali Sunter melalui pintu air kecil di ujung saluran itu,” tutupnya.