(62-21) 4303111

News Article

Image

Sawah Abadi Bantu Petani Jakarta Hasilkan Padi Unggulan

KOMINFOTIK JU - Lahan kosong seluas 350 hektar di wilayah Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing dimanfaatkan sebagai area pertanian yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, Darjamuni menjelaskan, lahan persawahan yang menghasilkan padi berkualitas unggul adalah aset yang dibanggakan di DKI Jakarta. 

"Saya bangga di Jakarta masih ada padi dan ini harus dilestarikan. Selain bisa meningkatkan perekonomian juga sebagai sarana edukasi dan warisan generasi penerus. Manfaatkan lahan yang ada ini dengan seoptimal mungkin. Jika selama 1 tahun hanya 2 kali panen padi dan membutuhkan waktu sekitar 3 bulan maka selebihnya bisa digunakan untuk tanam yang lain seperti bawang dan sebagainya," ungkap Darjamuni saat menghadiri acara panen raya padi sekaligus penyerahan benih padi kepada petani terdampak banjir di Kelompok Tani Maju Bersama RW 08 Kelurahan Rorotan, Rabu (22/1).

Untuk mempertahankan area persawahan agar menjadi aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menghimbau kepada masyarakat yang memiliki lahan kosong untuk mengajukan penjualan lahan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Kalau ada lahan yang bisa dibeli pemerintah silahkan ajukan untuk digunakan sebagai sawah abadi seperti yang sudah ada di Jakarta Timur. Disana kita mempunyai lahan sawah abadi dan hasil panen padinya langsung disalurkan ke Food Station," terangnya.

Ratusan hektar lahan kosong yang ada di wilayah Kelurahan Rorotan dan Marunda digunakan masyarakat untuk bertani yang bisa mendapatkan penghasilan. "Lahan ini milik pengembang dan masih diperbolehkan digarap masyarakat untuk area pertanian yang menjadi sumber pendapatan petani. Walaupun lahan persawahan yang ada terbatas tapi dengan menggunakan penerapan teknologi pertanian diharapkan kedepannya bisa menghasilkan padi yang berlipat," jelas Ali Maulana Hakim, Wakil Wali Kota Jakarta Utara didampingi Camat Cilincing, M.Andri dan Lurah Rorotan, Idham Mugabe.

Sedangkan Ketua Kelompok Tani Bangkit Bersama RW 08 Rorotan, Rabbat Sihab mengatakan lahan pertanian seluas 20 hektar terendam banjir di awal tahun 2020. "Biasanya panen padi perhektarnya bisa mencapai 8 ton tapi karena kebanjiran hanya panen 2 ton. Tadi kita sudah diberikan bantuan benih padi unggul bermutu. Terima kasih atas bantuannya," ujarnya.

Ia juga mengutarakan keinginan para petani untuk bisa mendapatkan bantuan pupuk, insektisida, traktor sawah dan mesin pengering padi. "Ada 7 kelompok tani di Rorotan dan 1 kelompok tani di Marunda. Kalau Kelompok Tani Bangkit Bersama anggotanya ada 30 orang dan menggarap area persawahan seluas 40 hektar. Semoga keinginan kita itu bisa direalisasikan," harap Rabbat Sihab.