(62-21) 4303111

News Article

Image

Capaian Pendataan Data Keluarga Terpadu Melalui Carik di Jakarta Utara Dimaksimalkan

KOMINFOTIK JU – Pemerintah Kota Jakarta Utara kian memaksimalkan pencapaian Pendataan Data Keluarga Terpadu melalui aplikasi Carik Jakarta. Koordinasi intensif antara kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dasa Wisma hingga lurah diperkuat guna memaksimalkan pencapaian pendataan tersebut.

Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakarta Utara Wawan Budi Rohman mengatakan, rapat evaluasi digelar guna memantau sejauhmana pelaksanaan Pendataan Data Keluarga Terpadu melalui aplikasi Carik Jakarta di Jakarta Utara. Rapat turut memaparkan hasil sementara pendataan dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta.

“Maksud dari monitoring dan evaluasi ini supaya kita dapat mengetahui sejauhmana hasil pendataan Carik Jakarta. Sehigga target yang semula ditetapkan dapat maksimal dikerjakan oleh para kader baik PKK maupun Dasa Wisma hingga 20 Januari mendatang,” kata Wawan, saat ditemui di Kantor Walikota Jakarta Utara, Kamis (16/1).

Dijelaskannya, koordinasi intensif antara kader PKK, Dasa Wisma dan lurah perlu ditingkatkan sebagai solusi memaksimalkan pencapaian Pendataan Data Keluarga Terpadu di 31 keluarahan di Jakarta Utara.

Diketahui hasil data tersebut nantinya akan digunakan sebagai tolak ukur tingkat pembangunan dan menjadi salah satu rekomendasi dalam langkah perencanaan pembangunan DKI Jakarta mendatang. 

“Langkah-langkah untuk memaksimalkan pendataan dengan melakukan komunikasi yang baik dan efektif. Harus ada inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan karakteristik wilayah yang ada sehingga target tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Salah satunya inovasi dengan jemput bola,” jelasnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Utara Suni Sigit Wijatmoko menerangkan, pencapaian pendataan Data Keluarga Terpadu melalui aplikasi Carik Jakarta di Jakarta Utara telah mencapai 46 persen. Pendataan tersebut terkendala pada sejumlah kelurahan yang berkarakter perumahan elit maupun apartemen yang belum memiliki kader PKK dan Dasa Wisma.

“Tentunya kita kolaborasi dengan pihak kelurahan dan terus melakukan pendekatan-pendekatan khusus. Sehingga titik-titik yang masih belum maksimal kita maksimalkan hingga batas akhir,” tutupnya.